Jumat, 07 Desember 2012
Kamis, 06 Desember 2012
Rabu, 05 Desember 2012
Jenggot Dan Sunnah Nabi
Buat temen NU bisa
menjadi pencerahan bagi yang belum punya jenggot !!!
Banyak sekali
hadits yang menunjukkan wajibnya memelihara jenggot, diantaranya:
1. Rosul
-shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ!
(رواه البخاري: 5892)ـ
Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)
Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)
2. Rosul
-shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
انْهَكُوا
الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى! (رواه البخاري: 5893)ـ
Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhori: 5893)
Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhori: 5893)
3. Rosul
-shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
خَالِفُوا
الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى! (رواه مسلم: 259)ـ
Dari Ibnu Umar, Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)
Dari Ibnu Umar, Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)
4. Rosul
-shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
جُزُّوا الشَّوَارِبَ،
وَأَرْخُوا اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ! (رواه مسلم: 260)ـ
Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260)
Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260)
5. Rosul
-shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
جُزُّوا
الشَّوَارِبَ، وَأَرْجوا (أو وأرجئوا) اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ. (رواه
مسلم: 260, مع الرجوع إلى شرح صحيح مسلم للنووي, وفتح الباري شرح حديث رقم: 5892)ـ
Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, panjangkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260, lihat juga Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi, dan Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori karya Ibnu Hajar hadits no: 5892)
Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, panjangkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260, lihat juga Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi, dan Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori karya Ibnu Hajar hadits no: 5892)
6. Hadits Nabi
-shollallohu alaihi wasallam-:
عن أبي أمامة قَالَ:
…فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ
عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ
وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ (رواه أحمد:
21780)ـ
Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rosululoh, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780, dihasankan oleh Albani, dan dishohihkan oleh Muhaqqiq Musnad Ahmad, lihat Musnad Ahmad 36/613)
Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rosululoh, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780, dihasankan oleh Albani, dan dishohihkan oleh Muhaqqiq Musnad Ahmad, lihat Musnad Ahmad 36/613)
7. Hadits dari
Abdulloh bin Umar r.a.:
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن النبي
صلى الله عليه وسلم أمر بإحفاء الشوارب, وإعفاء اللحى (رواه مسلم: 259)ـ
Ibnu Umar r.a.
mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR.
Muslim: 259).
By embunkeimananhz
Selasa, 04 Desember 2012
Muroqobah Dalam Hidup
Majelis Ta’lim Bulanan “ Nurul Iman “
Judul “ Upaya Muroqobah kepada
Allah“
Oleh Drs.H Hamzah
MM
Setiap manusia perlu
keyakinan dalam melakukan kegiatan amal Ibadah kepada Allah SWT. Keyakinan
itu dapat di lakukan dengan mantap kalau kita memiliki pengetahuan
atau ilmu. Salah satunya adalah “
Muroqobah”.
Apa itu
Muroqobah ? Muroqobah ialah:
“Keadaan seseorang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat
dan mengawasi kita. Tuhan mengetahui seluruh gerak-gerik kita
dan bahkan segala yang terlintas dalam hati diketahui Allah.”
وَمَا كُنتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ
سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَكِن ظَنَنتُمْ أَنَّ
اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِّمَّا تَعْمَلُونَ
Artinya : Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi
dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu
mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (
QS Fush Shilat (41) -Verse 22 )
الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ
Artinya : Yang melihat kamu ketika kamu berdiri
(untuk sembahyang), ( QS Asy Syu'araa
(26) -Verse 218 )
إِنَّ اللّهَ لاَ يَخْفَىَ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ
فِي السَّمَاء
Artinya : Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun
yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (
QS Ali Imran 5 )
Resep dari
Rasulallah SAW
Perbanyaklah untuk
mengucapkan tiga kata-kata berikut ini, disertai dengan pemahaman yang mendalam
: Allahu Ma’ii (Allah bersamaku) Allahu Nazhirii (Allah melihatku) Allahu Syaahidii (Allah
Menyaksikanku).
Pesan Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi
wasallam kepada Ibnu Abbas :
يَاغُلاَمُ إِنِّي
أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ
وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ
يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ
لَكَ وَلَوِاجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ
بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُف
Artinya “ Wahai anak, aku akan
mengajarimu beberapa kalimat : ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.
Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati Ia ada di hadapanmu. Jika
engkau meminta, maka mintalah kepadaNya. Jika engkau memohon pertolongan,
mohonlah pertolongan kepadaNya. Ketahuilah, bahwa kalau seandainya seluruh umat
berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, tidak akan sampai manfaat
itu kepadamu kecuali jika Allah tetapkan sampai kepadamu. Dan jika seluruh umat
berkumpul untuk menimbulkan mudharat kepadamu, tidak akan bisa memudharatkanmu
sesuatupun kecuali jika Allah tetapkan sesuatu bisa memudharatkanmu. Telah
diangkat pena, dan telah kering lembaran-lembaran “
(H.R atTirmidzi, Ahmad, Abu Ya’la,
AlHaakim, dan atTirmidzi menyatakan bahwa hadits ini hasan shohih)
Sabtu, 01 Desember 2012
Jumat, 30 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)