Oleh :
H Hamzah Ahmad

Syukur adalah pengakuan hati terhadap sesuatu ganjaran, nikmat
yang dianugerahkan yang diberikan oleh ALLAH Taala. Syukur juga bukan hanya
meliputi terhadap perkara-perkara nikmat, malah ianya juga meliputi syukur
kerana terlepas daripada bala, malapetaka dan bencana yang menimpa. Menurut kamus Bahasa Indonesia, bersyukur
adalah berterima kasih; mengucapkan syukur. Saya ingin berbagi pendapat tentang
bersyukur menurut saya.
Banyak
definisi dan pengertian syukur, ada yang berpendapat bahwa bersyukur adalah
mengucapkan Alhamdulillah apabila kita mendapatkan nikmat nikmat Allah. Menurut
saya pengertian bersyukur yang baik yaitu “menerima dan memanfaatkan segala
kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita sesuai tujuan Allah memeberikan
kenikmatan itu kepada kita” . Sederhananya bersyukur itu menikmati kenikmatan
Allah dengan cara yang Allah swt ridhai.
Kitab suci Islam, Al
Quran, penuh dengan gagasan syukur. Islam mendorong umatnya untuk bersyukur dan
bersyukur dalam segala keadaan. Ajaran Islam menekankan gagasan bahwa mereka
yang bersyukur akan dihargai dengan senang hati. Salah satu amalam umat islam
yaitu : "Yang pertama dipanggil ke surga adalah mereka yang memuji Allah
dalam segala keadaan" . Banyak praktek-praktek agama Islam juga dirancang
untuk mendorong rasa syukur. Pilar Islam, menyerukan doa harian mendorong orang
percaya untuk berdoa kepada Tuhan lima kali sehari untuk mengucapkan terima
kasih atas kebaikan Allah. Amalan puasa selama bulan Ramadhan adalah tujuan
menempatkan orang percaya ke dalam keadaan syukur.
Sifat “syukur” ini dapat memotivasi seseorang dalam memperoleh
keberhasilan baik di dunia maupun di akhirat (insya Allah). Mengapa? Sebab
dengan mengedepankan sifat “syukur”, seseorang akan punya sportivitas,
profesionalitas yang proporsional yang pada akhirnya akan melahirkan sifat
solidaritas/kesetiakawanan amal shalih dan akhlak yang mulia. Jika kita
mencontoh Nabi Muhammad saw sudah sangat jelas bahwa beliau selalu
mengedepankan sifat “syukur”. Yang lebih hebat lagi sifat “syukur” dapat
menjadi obat seseorang (syifau linnas) bagi kehidupan seseorang. Misalnya,
dapat mengurangi stress atau melamun yang berkepanjangan yang berakibat stroke
dan bisa berdampak pada kematian (jika Allah menghendakinya).
Seseorang yang memiliki sifat “syukur”, dalam hidupnya tidak
mempunyai banyak beban, di antaranya beban suka melamun memikirkan hal-hal yang
telah dikerjakan, beban yang berdampak mengarah ke stress dan yang berbuntut
stroke dan akhirnya mati (sekali lagi jika Allah menghendaki). Analisis
Alqur’an tentang urgensinya bersyukur
banyak sekali, diantaranya :
وَإِذْ تَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي
لَشَدِيدٌ
Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu
memaklumkan; "Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih". ( QS Ibrahim (14) -Verse 7 )
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَابًا مُّؤَجَّلاً وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا
وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ
مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Artinya : Sesuatu yang
bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang
telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami
berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala
akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan
memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ( QS Ali Imran (3) -Verse 145 )
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ
اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ
فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya : Dan
sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah
kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia
bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".( QS Luqman (31) -Verse 12 )
نِعْمَةً مِّنْ عِندِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَن
شَكَرَ
Artinya : sebagai ni'mat dari Kami. Demikianlah Kami
memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur, ( QS Al-Qamar (54) -Verse 35
)
إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ
رَوَاكِدَ عَلَى ظَهْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Artinya : Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka
jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak
bersabar dan banyak bersyukur, ( QS Asy
Syuura (42)-Verse 33)
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ
اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ
فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat
kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang
bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri;
dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji". ( QS Luqman (31) -Verse
12 )
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ
لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى
النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Artinya : Allah-lah yang
menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan
siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang
dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. ( QS Al Mu'min (40) -Verse 61 )
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنْ
الشَّاكِرِينَ
Artinya : Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu
sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". ( QS : Az-Zumar (39) -Verse 66-
Tiga Dimensi Syukur
Seseorang muslim yang telah memperoleh rizki ada beberapa dimensi yang perlu diperhatikan dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. Mengetahui dan mengakui bahwa semua kekayaan yang didapatkannya adalah karunia dari Allah Swt bahwa usaha yang dilakukan hanyalah sebab atau ikhtiar semata.
2. Mengungkapkan rasa syukurnya dalam bentuk puji-pujian seperti al-hamdulillah, asy-syukrulillah atau ucapan lainnya yang mempunyai arti sepadan.
3. Membuktikan rasa syukurnya itu dengan amal perbuatan yang nyata yaitu memanfaatkan harta kekayaan itu pada jalan yang diridhai oleh Allah Swt, baik untuk keperluannya sendiri maupun untuk keperluan keluarga, umat atau untuk fi sabilillah lainnya.
Keutamaan bersyukur:
1. Allah akan ingat kepada orang yang senantiasa bersyukur.
2. Akan terminimalisir dari sifat-sifat ingkar kepada Allah Swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar