Kamis, 22 November 2012

Merenungi Hari Asyuro ( 10 Muharram )


“ Merenungi  Hari  Asyuro (  10  Muharram )”
Oleh  H Hamzah  Ahmad

Puji  Syukur,…Sholawat  kepada  Rasulallah  SAW,..wasiat  Taqwa.

Hari Asyura adalah hari ke sepuluh bulan Muharam, bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah yang di sejarahkan oleh Ummar  Ibnu  Khattab mengambil  sejarah dari Hijrahnya  Rasulallah SAW   dari mekah ke Yastrib ( Madinah ).
Di dalam Islam hari Asyura dipandang sebagai hari yang mempunyai keutamaan karena pada hari tersebut Allah SWT menentukan banyak peristiwa penting yang ( bersifat )  mukzijatillah ) terjadi di muka bumi ini yang menyangkut pengembangan agama tauhid. Diantara  analisis  alqur’an diantaranya :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya  : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At Taubah :36)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُحِلُّواْ شَعَآئِرَ اللّهِ وَلاَ الشَّهْرَ الْحَرَامَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram…” (QS. Al Maidah:2)


جَعَلَ اللّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ

Artinya : Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram…”(QS. Al Ma’idah:97)

Diriwayatkan dari Abu Bakrah , Nabi SAW bersabda :
...السَّــنَةُ اثْــنَا عَشَرَ شَـهْرًا مِنْـهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَــاتٌ ذُو الْـقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَـيْنَ جُمَادَى وَشَعْـبَانَ رواه البخاري
Artinya  : Setahun terdiri dari dua belas bulan di dalamnya terdapat empat bulan haram, tiga diantaranya berurutan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan  keempat adalah Rajab yang diantarai oleh Jumadil (awal dan tsani) dan Sya’ban” (HR. Bukhari)

Hadirin Sidang  Jum’at Rohimakumullah,…..
Suatu ketika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari ’Asyuura. Lalu beliau bertanya mengapa mereka berpuasa pada hari itu. Merekapun menjelaskan bahwa hal itu untuk memperingati hari dimana Allah telah menolong Nabi Musa bersama kaumnya dari kejaran Fir’aun dan balatentaranya.
Bahkan pada hari itu pula Allah telah menenggelamkan Fir’aun sebagai akibat kezalimannya terhadap Bani Israil. Mendengar penjelasan itu maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam-pun menyatakan bahwa ummat Islam jauh lebih berhak daripada kaum Yahudi dalam mensyukuri pertolongan Allah kepada Nabi Musa. Maka beliau-pun menganjurkan kaum muslimin agar berpuasa pada hari ’Asyuura.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ
الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ
فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ
وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا
فَنَحْنُ نَصُومُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Artinya : Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam tiba di Madinah mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyuura. Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Hari apakah ini sehingga kalian berpuasa padanya?” Mereka (kaum Yahudi) menjawab: ”Ini adalah hari agung dimana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun beserta kaumnya, lalu Musa berpuasa pada hari itu sebagai ungkapan syukur sehingga kamipun berpuasa.” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Kami (kaum Muslimin) lebih berhak atas Musa daripada kalian (kaum Yahudi). Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam-pun berpuasa dan menyuruh (kaum muslimin) berpuasa.” (HR Muslim)
Bahkan dalam hadits lainnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam digambarkan sebagai sangat mengutamakan puasa pada hari ke sepuluh bulan Muharram tersebut. Sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan kesaksiannya sebagai berikut:
سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَفَقَالَ مَا عَلِمْتُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
صَامَ يَوْمًا يَطْلُبُ فَضْلَهُ عَلَى الْأَيَّامِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ
وَلَا شَهْرًا إِلَّا هَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي رَمَضَانَ
Artinya  : Ibnu Abbas berkata: “Aku tidak tahu Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperhatikan puasa satu hari yang lebih diutamakannya atas yang lainnya selain hari ini (Hari ’Asyuura) dan bulan ini, maksudnya bulan Ramadhan.” (HR Bukhary dan Muslim)

Hadirin  Sidang  Jum’at Rohimakumullah,….

Imam al-gazali dalam bukunya “Mukasyafah al-Qulub al-Muqarrib min ‘Allam al-Guyub”, menyebutkan bahwa pada hari Asyura Allah menciptakan arasy, langit, bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, dan syurga.
Nabi Adam AS diciptakan dan bertobat pada hari itu pula. Pada hari Asyura nabi Idris AS diangkat ke tempat yang tinggi. Pada hari itu pula perahu Nabi Nuh AS merapat di Bukit Judi. Nabi Ibrahim AS dilahirkan di hari Asyura dan dihari itu pula ia diselamatkan dari api unggun.

Pada hari Asyura mata Nabi Ya’qub AS disembuhkan kembali dan pada hari itu pula Nabi Yusuf AS dikeluarkan dari penjara. Demikian pula pada hari Asyura Nabi Musa AS bersama pengikutnya mencapai keselamatan, sementara Fir’aun beserta pengikutnya hanyut ditelan gelombang.

Pada hari Asyura Nabi Sulaiman AS diberi kerajaan yang besar, pada hari itu pula nabi Yunus AS dikeluarkan dari perut ikan. Pada Hari Asyura nabi Isa AS dilahirkan dan pada hari itu  pula ia diangkat ke langit.
Lalu apakah fadhillah (keutamaan) berpuasa pada hari
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya : Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Puasa hari ‘Asyuura, saya memohon kepada Allah agar menjadikannya sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR Muslim)
Hadirin  Sidang  Jum’at,…..
Berarti puasa Muharram sangatlah bermanfaat bagi siapapun yang sadar bahwa dirinya tidak luput dari dosa dan kesalahan. Tentulah setiap orang bertaqwa gemar memperoleh ampunan Allah. Sebab demikianlah Allah sediakan bagi orang-orang bertaqwa, yaitu ampunan dan surga seluas langit dan bumi.
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya  : ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)
Namun demikian perlu selalu diingat bahwa betapapun anjuran Nabi shollallahu ’alaih wa sallam akan keutamaan puasa ’Asyuura hukumnya tetap sunnah artinya tidak wajib dikerjakan. Itulah sebabnya kita juga dapati adanya hadits dimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyerahkan kepada kita apakah ingin berpuasa atau tidak pada hari ’Asyuura tersebut. Wallahu a’lam bish-showwaab.
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ
إِنَّ هَذَا يَوْمٌ كَانَ يَصُومُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ
فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ
وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَا يَصُومُهُ إِلَّا أَنْ يُوَافِقَ صِيَامَهُ
Artinya : Abdullah bin Umar mendengar Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda mengenai hari ‘Asyuura: “Ini merupakan hari dimana kaum jahiliyyah biasa berpuasa. Maka barangsiapa yang suka silahkan ia berpuasa. Dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya, maka tinggalkanlah.” Dan Abdullah tidak berpuasa padanya kecuali bertepatan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berpuasa padanya. (HR Muslim)
SEJARAH 10 MUHARRAM Imam al-Ghazali menyebut dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub bahawa pada tarikh tersebut:
(1) Terbunuhnya Sayyidina Hussain (cucu Nabi) di Karbala'.
(2) Diterima taubat Nabi Adam a.s.
(3) Dicipta Adam a.s.
(4) Dimasukkan Adam a.s ke dalam syurga.
(5) Dicipta arasy, Kursi, langit, matahari, bulan, bintang-bintang.
(6) Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s.
(7) Selamat Nabi Ibrahin daripada api Namrud.
(8) Selamat Musa dan pengikutnya.
(9) Lemas Firaun.
(10) Dilahirkan Nabi Isa a.s.
(11) Diangkat Nabi Isa kelangit.
(12) Diangkat Nabi Idris ke langit.
(13) Mendaratnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas bukit Judy.
(14) Nabi Sulaiman diberi kerajaan yang besar.
(15) Dikeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan Nun.
(16) Nabi Ya'kub dapat melihat kembali selepas daripada menjadi buta.
(17) Dikeluarkan Nabi Yusuf daripada telaga buta.
(18) Disembuhkan Nabi Ayyub daripada penyakitnya.
(19) Hujan yang pertama turun dari langit kebumi.
Hadirin  sidang  jum’at  rohimakumullah
Secara  umum pada  asfek sejarah,  bulan muharram  atau  hari  asyuro dapat di  ambil  beberapa   hikmah :
1.  Merupakan hari kesyukuran
2.  Menghormati peristiwa   pada  perjalanan  anbiya  yang  sangat  bersifat  mukzijat  yang luar  biasa.
Semoga  khutbah  singkat  ini  bermanfaat, amien.

Rabu, 21 November 2012

" Bersyukur Itu Prinsip Dalam Hidup "


Oleh :  H Hamzah Ahmad
Syukur adalah pengakuan hati terhadap sesuatu ganjaran, nikmat yang dianugerahkan yang diberikan oleh ALLAH Taala. Syukur juga bukan hanya meliputi terhadap perkara-perkara nikmat, malah ianya juga meliputi syukur kerana terlepas daripada bala, malapetaka dan bencana yang menimpa.  Menurut kamus Bahasa Indonesia, bersyukur adalah berterima kasih; mengucapkan syukur. Saya ingin berbagi pendapat tentang bersyukur menurut saya.
Banyak definisi dan pengertian syukur, ada yang berpendapat bahwa bersyukur adalah mengucapkan Alhamdulillah apabila kita mendapatkan nikmat nikmat Allah. Menurut saya pengertian bersyukur yang baik yaitu “menerima dan memanfaatkan segala kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita sesuai tujuan Allah memeberikan kenikmatan itu kepada kita” . Sederhananya bersyukur itu menikmati kenikmatan Allah dengan cara yang Allah swt ridhai.
Kitab suci Islam, Al Quran, penuh dengan gagasan syukur. Islam mendorong umatnya untuk bersyukur dan bersyukur dalam segala keadaan. Ajaran Islam menekankan gagasan bahwa mereka yang bersyukur akan dihargai dengan senang hati. Salah satu amalam umat islam yaitu : "Yang pertama dipanggil ke surga adalah mereka yang memuji Allah dalam segala keadaan" . Banyak praktek-praktek agama Islam juga dirancang untuk mendorong rasa syukur. Pilar Islam, menyerukan doa harian mendorong orang percaya untuk berdoa kepada Tuhan lima kali sehari untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikan Allah. Amalan puasa selama bulan Ramadhan adalah tujuan menempatkan orang percaya ke dalam keadaan syukur.

Sifat “syukur” ini dapat memotivasi seseorang dalam memperoleh keberhasilan baik di dunia maupun di akhirat (insya Allah). Mengapa? Sebab dengan mengedepankan sifat “syukur”, seseorang akan punya sportivitas, profesionalitas yang proporsional yang pada akhirnya akan melahirkan sifat solidaritas/kesetiakawanan amal shalih dan akhlak yang mulia. Jika kita mencontoh Nabi Muhammad saw sudah sangat jelas bahwa beliau selalu mengedepankan sifat “syukur”. Yang lebih hebat lagi sifat “syukur” dapat menjadi obat seseorang (syifau linnas) bagi kehidupan seseorang. Misalnya, dapat mengurangi stress atau melamun yang berkepanjangan yang berakibat stroke dan bisa berdampak pada kematian (jika Allah menghendakinya).

Seseorang yang memiliki sifat “syukur”, dalam hidupnya tidak mempunyai banyak beban, di antaranya beban suka melamun memikirkan hal-hal yang telah dikerjakan, beban yang berdampak mengarah ke stress dan yang berbuntut stroke dan akhirnya mati (sekali lagi jika Allah menghendaki).  Analisis  Alqur’an tentang  urgensinya  bersyukur  banyak   sekali, diantaranya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya  :  Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (  QS  Ibrahim (14) -Verse 7 )

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَابًا مُّؤَجَّلاً وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا
 وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Artinya  : Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ( QS  Ali Imran (3) -Verse 145 )

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya  : Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".(  QS Luqman (31) -Verse 12 )

نِعْمَةً مِّنْ عِندِنَا كَذَلِكَ نَجْزِي مَن شَكَرَ
Artinya  : sebagai ni'mat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur, ( QS Al-Qamar (54) -Verse 35 )


إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَى ظَهْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Artinya : Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, (  QS Asy Syuura (42)-Verse 33)
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Artinya  :  Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (  QS Luqman (31) -Verse 12 )

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ
Artinya  : Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (  QS Al Mu'min (40) -Verse 61 )

بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُن مِّنْ الشَّاكِرِينَ

Artinya  :  Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (  QS : Az-Zumar (39) -Verse 66-



Tiga Dimensi Syukur

Seseorang muslim yang telah memperoleh rizki ada beberapa dimensi yang perlu diperhatikan dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

1. Mengetahui dan mengakui bahwa semua kekayaan yang didapatkannya adalah karunia dari Allah Swt bahwa usaha yang dilakukan hanyalah sebab atau ikhtiar semata.

2. Mengungkapkan rasa syukurnya dalam bentuk puji-pujian seperti al-hamdulillah, asy-syukrulillah atau ucapan lainnya yang mempunyai arti sepadan.

3. Membuktikan rasa syukurnya itu dengan amal perbuatan yang nyata yaitu memanfaatkan harta kekayaan itu pada jalan yang diridhai oleh Allah Swt, baik untuk keperluannya sendiri maupun untuk keperluan keluarga, umat atau untuk fi sabilillah lainnya.
Keutamaan bersyukur:

1. Allah akan ingat kepada orang yang senantiasa bersyukur.
2. Akan terminimalisir dari sifat-sifat ingkar kepada Allah Swt.

Minggu, 18 November 2012

Kematian Manusia pada pendekatan Sains


Kematian  Manusia  pada  Pendekatan  Sains
 Lansir : H Hamzah ahmad
Harus semua  manusia  sadari, Tubuh  kita  (Badan) kita terdiri dari jutaan sel. Sel-sel berkumpul membentuklapisan demi lapisan. Lapisan sel inilah yang akhirnya membentuk tisudan organ seperti jantung, kulit dan hati. Sel seolah-olah sebuah rumahyang mempunyai komponen yang sentiasa bekerja tanpa henti. Mitokondria, jasad Golgi, ribosom, nukleus, dan sitoplasma bekerja 24 jam sehari selama 7 hari seminggu. Untuk  bekerja secaranormal, sel memerlukan tenaga yang diambil dalam bentuk tenaga ATP (Adenosine-5′-triphosphate). Sel juga memerlukan oksigen, fosfat, kalsiumdan bahan makanan sebagaimana kita. Setiap apa yang kita makan akandisalurkan kepada sel-sel tertentu mengikut pengkhususan kerja mereka. Namun jika berlaku sebarang masalah dan bekalan ini tidak mencukupi,sel akan mati.
Boleh dikatakan bahawa kematian bermula apabila roh dikeluarkan darijasad. Jasad adalah pakaian roh. Maka apabila manusia mati, jantungberhenti mengepam darah ke seluruh badan. Sel-sel badan tidak lagimenerima oksigen yang diangkut oleh darah.
Akibat ketiadaan oksigen, semua sel akan mati. Kematian sel bermulapada sel otak dan berakhir pada sel kulit. Dalam beberapa minit darahakan mengalir dari bahagian atas ke bahagian bawah dan berkumpul disitu akibat tarikan graviti bumi. Bahagian atas yang ketiadaan darahkelihatan pucat manakala bahagian bawah menjadi lebih gelap.Tempoh perubahan badan adalah berbeza-beza. Sel otak akan mati jikaia mengalami kekurangan oksigen selama tiga minit. Sel otot bolehbertahan setelah beberapa jam manakala sel tulang serta kulit bolehbertahan berhari-hari lamanya.
Perlu diketahui bahawa badan bernafas secara aerobik iaitu denganmenggunakan oksigen. Maka apabila mati, proses respirasi aerobik akanterhenti dan menghalang  penghasilan tenaga molekul yang diperlukanuntuk melakukan tindakbalas biokimia otot. Ion kalsiumakan bergerak ke sel-sel otot bagi menghalang otot berehat ataumengendur. Tapi apa yang berlaku ialah otot menjadi kaku dan keras,tidak bergerak lagi.
Sel telah mati. Tidak mampu melawan bakteria daripada memusnahkandirinya. Enzim dan bakteria sebenarnya sudah wujud dalam sel semasakita masih hidup lagi. Oleh sebab itulah, diriwayatkan jika kitaditemukan dengan tanda berupa denyutan atau kedutan di antara dahikanan dan kiri menandakan kematian kita akan terjadi dalam beberapahari lagi, kita digalakkan berpuasa supaya badan kita tidak mengandungibanyak kotoran dan ini memudahkan memandikan mayat kita nanti.
Hikmah Pengebumian Jenazah
Amat besar hikmah mengkebumikan jenazah di dalam kubur. Manusia yangdicipta dari segumpal tanah akhirnya kembali kepada tanah. Kita sediamaklum, semua jasad yang mati, lama kelamanan akan mereput. Prosespereputan ini berlaku berperingkat-peringkat di dalam kubur. Seandainyajenazah tidak disemadikan di tanah perkuburan, maka akan tersingkaplahkejadian pereputan yang mengaibkan ini dan manusia tidak dapat hidupaman lantaran bau busuk yang dikeluarkan dari mayat. Malahan, bakteriaakan tersebar dan menularkan penyakit  kepada manusia yang masih hidup.
Peringkat pertama
pereputan dikenali sebagai Pemecahan Sendiri (self-destruction).Enzim yang terdapat dalam badan akan menghadamkan badan sendiri.Struktur membran sel akan rosak dan enzim penguraian dilepaskan. Iaakan menyahaslikan makromolekul dalam badan. Peringkat pertama ini bermula dalam sel yang aktif menjalankan metabolisma seperti sel perembes dan makrofaj.
Peringkat kedua
adalah peringkat pembusukan akibat tindakan bakteria anaerobik. Oksigen sudah tiada menyebabkan wujud suasana anaerobik ( tiadaoksigen) dalam mayat. Keadaan ini menggalakkan pertumbuhan danpembiakan  bakteria  anaerobik terutamanya pada bahagian organ dalamanbadan seperti perut. Bakteria ini menguraikan zat makanan iaitu karbohidrat, protein dan lipidpada mayat dan menghasilkan asid dan gas. Gas yang dilepaskanmengakibatkan tubuh mengembung bermula dari perut yang akan mengubahbentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletus dari mulut dan hidungmayat akibat tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma.Organ dalam tubuh seperti paru-paru, jantung dan hati turut membusuk.Pandangan yang paling menjijikkan adalah di sekitar perut, akibat kulittidak dapat lagi menahan tekanan gas dan akhirnya pecah lalumenyebarkan bau yang  meloyakan.
Peringkat ketiga
adalah peringkat pereputan. Pada akhir peringkat kedua, cecair badan yang busuk telah mengalirkeluar. Daging akan luruh satu persatu bermula dari bahagian tengkorak.Kulit dan jaringan lembut yang lain akan tercerai-berai. Otak turutmembusuk dan kelihatan seperti tanah liat. Tisu-tisu badan yang lembutmenjadi kecut dan kering. Proses pereputan berterusan hingga akhirnyamayat tinggal rangka.
Peringkat keempat
adalah peringkat terakhir dalamproses pereputan. Pada masa ini, tiada lagi daging untuk dihancurkan.Semuanya telah dimakan bakteria dan serangga di dalam kubur. Yangtinggal hanyalah tisu-tisu keras seperti tulang dan gigi.
Akhirnya, mikroorganisma seperti bakteria, kulat,alga dan serangga berjaya menakluki tulang.  Berlakulah  perembesanasid dan enzim metabolisma. Mikroorganisma tersebut memetabolismakan matriks tulangpula hingga tulang hancur. Penguraian tulang ini dibantu oleh bahankimia di persekitaran. Pada persekitaran berasid, kalsium fosfat yangterdapat dalam tulang akan melarut. Tulang akan musnah. Maka, tiada apalagi yang tinggal pada jasad.
Sehebat manapun kita, akhirnya akan mati dan hancur jua. Apabilamati, segalanya telah berlalu dan tidak dapat diubah. Maka ingatlahsentiasa akan mati kerana ia satu peringatan.

Jeruk  Purut 
Dini  Hari  5 Muharram 1434 H